Blogger templates

Pages

Translate

Minggu, 10 Agustus 2014

Masa Kegiatan Outboand Di Seamolec ITB


        Perkenalkan nama saya Ronal Adi Saputra saya biasa dipanggil Ronal, saya lahir tanggal 3 Juli 1994, Suku asli saya Toraja namun saat ini saya tinggal di Kalimantan Utara bersama keluarga, saat ini sedang mengikuti program Diploma 1 di Institut Teknologi Bandung selama dua Minggu, disini kami dibimbing dan diberi pengarahan oleh Bapak Stenley dan juga dilatih cara berwirausaha yang benar selama dua hari, dan itu luar biasa bangat walaupun waktu pertama kali liat beliau itu saya sempat gemetar, gugup dan penuh rasa takut namun tak seperti yang dibayangkan ternyata Beliau adalah seseorang yang luar biasa.
Dihari pertama ini kami dikumpul lalu berbaris kemudian diberi kain biru yang harus diikat di kepala sebagai tanda mahasiswa baru yang sedang melakukan Orientasi. Jumlah peserta yang mengikuti Orientasi ini sebanyak 74 orang, ada dari Banten, Bandung, Sunda dan juga dari Tanjung Selor (Kalimantan Utara) termasuk saya. kami dibagi menjadi 4 kelompok dimana masing masing kelompok diberi nama KERBAU, HARIMAU, KUDA & MATAHARI dan saya masuk di kelompok Matahari.
saya sempat bertanya tanya dalam hati “ini maksudnya apa kok kelompok di beri nama kerbaulah, harimaulah, kudalah, mataharilah aneh rasanya gitu. Ternyata semuanya mamiliki makna yang luar biasa, saya sendiri merasa sangat beruntung bisa masuk dalam kelompok matahari ini karna matahari ini adalah pembawah berkah bagi semua orang, dan saya ingin sekali jadi Matahari agar membawa berkah bagi orang lain.
Setelah dibagi berkelompok, kami mulai masuk ruangan dan mulai diberi arahan serta dilatih berfikir secara logika dengan cara tes IQ, pertanyaan ini diberikan kepada semua kelompok termasuk anggota kelompok  bagi kelompok yang bisa menjawab maka kelompok tersebut berhak mendapat bintang dan bintang tersebut dikumpul di tempel di tempat yang disediakan di masing masing kelompok.
Setelah mendapat bimbingan dan pengarahan serta cara berwirausaha kamipun di beri tugas selama satu jam untuk mempraktekkan langsung cara berwirausaha yang benar. Dalam hal ini masing masing kelompok di beri 4 buku dan masing masing peserta Orientasi diberi 2 buah pulpen untuk dijual sebagai latihan dasar berwirausaha, modal pulpen itu adalah 2.000 dan buku 75.000. kami disuruh jual pulpen dan buku itu setinggih mungkin harganya. Kemudian uang hasil jual produk tersebut hanya modal yang diberikan ke panitia dan sisanya untuk kita semua.
Hal yang pertama kurasakan saat mempromosikan produk adalah maluh dan takut ditolak karna berhadapan dan berkomunikasi dengan orang yang baru dikenal namun perlahan lahan rasa malu dan rasa takut pun kulawan dengan mencoba menawarkan produk kepada beberapa orang dan alhasil dari sekian banyak orang yang kutawarkan produk, ada salah satu dari mereka yang mau membeli meskipun dengan harga yang murah namun  setidaknya saya merasa puas karna rasa takut dan rasa malu yang tadiknya begitu besar kini perlahan mulai sirna.
Setelah kembali keruangan kami menghitung semua hasil penjualan di kelompok kami lalu kami kumpulkan dan hasilnya lumayan bisa mencapai 350.000 sunggu tak terduga pulpen yang modalnya hanya 2.000 ada yang mau membeli hingga 100.000 ini benar benar luar biasa saya sangat kaget dengan hal ini.
Dihari kedua kami kembali berkumpul di lapangan untuk sejenak olahraga melatih syaraf syaraf tubuh, setelah itu ngumpul lagi di ruangan dan mendengarkan arahan  kemudian kembali lagi menjual sisa produk yang belum laku kemarin. Selain jual sisa produk yang belum laku masing masing kelompok mendapatkan tambahan berupa pulpen dengan harga yang sama namun beda produk.
Saat mulai menawarkan produk banyak sekali yang menolak, mereka keget dengan harga yang kita tawarkan padahal sebelumnya saya uda jelaskan bahwa kami sedang mengikuti pelatihan berwirausaha di ITB dengan menjual produk ini dan saya juga uda jelaskan bahwa hasil dari penjualan ini bukan untuk saya melainkan untuk membantu teman teman kita yang kurang mampu tapi apa tanggapannya??? Bapak itu mengatakan “Kamu ini malu maluin saja” Huuufftt rasanya sakit sekali dengar omongan bapak itu namun saya mencoba untuk menahan emosi, dan hanya bisa tersenyum walaupun dalam hati terasa PANAS. Dengar omongan bapak yang bikin panas itu saya tidak menyerah saya terus mencoba menwarkan produk ke orang lain tapi apa hasilnya? saya kembali mendapat orang yang membuat saya naik darah, saat itu saya menawarkan produk yang saya jual ke salah seorang bapak yang sedang duduk santai, “permisi pak saya Mahasiswa baru dari ITB yang saat ini lagi mengikuti Latihan dasar berwirausaha, ini saya membawa pil tapi isinya pulpen, belum selesai saya menawarkan produk itu Bapak itu malah memotong pembicaraan saya lalu mengatakan “Kau Fikir aku ini Bapakmu apa?” kemudian bapak itu langsung pergi. Huuuftt Betul betul menusuk jantung, rasanya sakit sekali, dalam hatiku berbicara seandainya Bapak dikampung saya Uda Tak Tapok Kepala Bapak tapi untung lah disini...
Waktu yang diberikan untuk menjual produk udah hampir habis namun tak ada 1 pun produk yang berhasil saya jual, lalu saya berusaha mencari dan ternyata ada satu orang yang mau membeli produk saya meskipun harga murah tapi yah lumayan lah ada modal dan ada juga untung.
Waktu untuk jual produk selesai kini saatnya masing masing kelompok harus berkumpul dan menghitung hasil penjualan anggota kelompok tersebut dan alhasil kelomok saya ada peningkatan yang kemarin hanya dapat 300.000 lebih kini mencapai 400.000 benar benar luar biasa meskipun kalah pendapatan dari kelompok lain namun saya merasa bangga karna mendapatkan pengalaman yang paling berharga yang mungkin seumur hidup tak akan hilang dari ingatanku, ditolak berkali kali bahkan berpuluan kali itu uda saya alami dan mungkin ini momen yang paling pahit namun juga jadi Pembangkit hidup saya sekaligus jadi pelajaran yang luar biasa dalam hidup ku.
Setelah menghitung hasil penjualan masing masing kelompok, semuanya dikumpulkan berdasarkan kelompok lalu mendengar arahan dari Pak Gatot Selaku penyelenggara Program D1 ini, saya terkesan dengan beliau yang berkali kali keluar negeri bahkan keliling dimuka bumi “dalam hati saya berkata benar benar luar biasa, akan kah suatu saat nanti saya bisa seperti beliau?” ini adalah mimpi saya jika saya tidak bisa seperti Pak Gatot yang bisa kemana saja setidaknya saya bisa menginjak satu tanah negara orang lain meskipun hanya satu negara, dan saya yakin saya pasti bisaaaaaaaaa !
Setelah selesai memberi arahan kami kembali bermain kali ini seru bangat mulai dari bermain sarang labah, kelereng dimasukin dalam pipa kecil menggunakan belahan bambu, masukin bola kecil kedalam ember menggunakan dua utas tali, bernyanyi sambil main gitar uuuuhhhhhhh ini luar biasa bangat, sangat sangat luar biasa, selain itu juga momen yang tak kalah seru juga bisa foto bareng dengan Pak Staenly, Pak Gatot dan juga sama panitianya yang telah mendukung berjalannya program ini.. Terima Kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

saya perna mengikuti Lombah Keterampilan Siswa tingkat Provinsi (Kal-Tim) dan alhamdulillah walaupun urutan ke lima tapi rasanya senang bangat karna banyak mendapatkan pengalaman dan selain itu juga saya merasa sangat bangga karna bisa mewakili Kab. Bulungan.

Blogroll

About

Hidup itu hanya sebentar, jangan sia siakan hidupmu